Uga Wangsit Siliwangi

Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi.

Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

Read More…

…hiduplah Indonesia Raya

Beberapa bulan terakhir ini, hampir diseluruh media dinegeri ini diramaikan oleh pemberitaan yang itu-itu saja, korupsi pejabat-pejabatnya!!. Tapi yang paling dan amat sangat menjadi fokusnya adalah si Udin!, berhubung dia salah seorang dari pengurus partai yang sedang berkuasa, jadilah semua pena dan kamera media tertuju padanya. Dan anehnya, hampir seluruh institusi penegak hukum yang berhak untuk menindaknya, seakan tak berdaya untuk menemukan keberadaannya!.

Seiring dengan semakin tidak berdayanya institusi penegak hukum menemukan si Udin, semakin berani pula si Udin muncul dimedia menyanyikan lagu-lagu andalannya dengan gamblang dan lantang dan semakin terlihat paniklah orang-orang dari partai penguasa (tempat si Udin dulunya bernaung) menyikapinya. Dari yang menanggapinya dengan ‘sok cool‘ sampai yang menanggapinya dengan penuh semangat kemarahan, dan yang sangat disayangkan adalah sikap para pejabat negara yang (belum apa-apa) sudah memberikan statement yang bermacam-macam serta membingungkan. Aneh!.

..tunggu kelanjutannya, hehehe

coming up next…

…hiduplah Indonesia Raya

…saat logika dikalahkan rasa dan air mata!!

robohnya surau kami – aa navis (1956)

Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.

Read More…

serat centini

Serat Centini juga disebut Suluk Tembangraras – Amongraga, merupakan salah satu karya terbesar dalam kesusastraan Jawa. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu. Serat Centhini disampaikan dalam bentuk tembang, dan penulisannya dikelompokkan menurut jenis lagunya.

Read More…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.